Rabu, 23 November 2011

Potret Langitku

Diposting oleh Jeje di 09.40
Langit itu luas, luas itu mencakup segalanya, dan segalanya itu indah. Jadi, langit sama dengan indah. 


Aku suka langit, suka sekali. Aku suka langit yang berubah seperti halnya mood manusia. Kadang cerah dan bisa tiba- tiba saja menjadi gelap, dan akhirnya menangis.
"Langit akhir- akhir ini suka sekali menangis, dan aku tidak tahu kenapa."
"Mungkin langit marah."
"Benarkah? Tapi kalau marah kenapa dia menangis?"
"Betul juga, mungkin dia tidak marah, tapi dimarahi."
"Siapa yang bisa memarahi langit? Kenapa dia dimarahi? Apa salahnya?"
"Tuhan. Ya, hanya Tuhan yang bisa melakukan segalanya."
"Baiklah, akan kutanyakan pada Tuhan tentang langit."


Tuhan, mengapa Kau memarahi langit? Apa salahnya Tuhan? Seberapa besar salahnya sehingga dia menangis hampir setiap hari? Bisakah kau beritahu aku? Aku rindu pada langit yang cerah, matahari yang tersenyum, dan aroma yang menyegarkan dari alam-Mu ini Ya Tuhan. 
Tuhan, apakah ini ulah kami, ulah para manusia? Apakah kami yang membuat Kau murka? Iyakah Tuhan? Jawablah, aku akan selalu menunggu jawabanmu.
Oh iya, Tuhan tahu tidak, kemarin, tepatnya hari selasa, 8 November 2011, perumahan di rumahku hampir setengahnya tenggelam oleh air mata langit. Lalu esok harinya matahari muncul dengan senyumnya yang menawan, matahari-Mu menyelamatkan kami. 


Dari yang barusan aku menyimpulkan seperti ini Tuhan, Kau marah pada umatmu, Kau murka, dan Kau menguji umatmu dengan sedemikian rupa. Kau turunkan hujan yang sangat lebat, banjir tercetak jelas dimana- mana. Tapi Kau masih memberikan kesempatan sekali lagi untuk umatmu. Ya, datangnya matahari. 
Kau sungguh baik dan mulia Tuhan, aku suka langit, dan aku juga menyayangi-Mu. Aku mohon, berilah kami kesempatan untuk membenah diri. Tuhan jangan marahi langit lagi ya? Aku akan menjaga langit, aku akan mengumpulkan amal baik agar Kau tidak memarahi langit lagi. Tapi apa dengan aku saja akan cukup bagi-Mu Tuhan? Ya Tuhan, tolong pinjamkanlah aku sedikit saja kekuatan-Mu untuk mengajak umat lain mengumpulkan amal baik juga. Agar Kau tak marah dan langit tidak menangis lagi.


Oh iya Tuhan, aku sempat memotret sedikit keajaiban yang Kau berikan pada alam ini, dan potretku ini aku persembahkan pada-Mu. Aku mohon, jadikanlah langit cerah dan kembangkanlah senyum matahari yang Kau buat untuk kami ini Ya Tuhan. Aku sayang sekali pada Mu dan semua ciptaanmu, tanpa terkecuali. Terimakasih untuk hidup, penglihatan, dan semua yang telah Kau berikan pada hambamu yang nakal ini. Sekali lagi aku ucapkan, Aku menyayangimu Tuhan.


Aku ingin langit yang seperti di potretanku ini Tuhan :)

1 komentar:

putriwulandari mengatakan...

aq jg suka langit, karna langit mempunyai banyak misteri ^^

Posting Komentar

Rabu, 23 November 2011

Potret Langitku

Langit itu luas, luas itu mencakup segalanya, dan segalanya itu indah. Jadi, langit sama dengan indah. 


Aku suka langit, suka sekali. Aku suka langit yang berubah seperti halnya mood manusia. Kadang cerah dan bisa tiba- tiba saja menjadi gelap, dan akhirnya menangis.
"Langit akhir- akhir ini suka sekali menangis, dan aku tidak tahu kenapa."
"Mungkin langit marah."
"Benarkah? Tapi kalau marah kenapa dia menangis?"
"Betul juga, mungkin dia tidak marah, tapi dimarahi."
"Siapa yang bisa memarahi langit? Kenapa dia dimarahi? Apa salahnya?"
"Tuhan. Ya, hanya Tuhan yang bisa melakukan segalanya."
"Baiklah, akan kutanyakan pada Tuhan tentang langit."


Tuhan, mengapa Kau memarahi langit? Apa salahnya Tuhan? Seberapa besar salahnya sehingga dia menangis hampir setiap hari? Bisakah kau beritahu aku? Aku rindu pada langit yang cerah, matahari yang tersenyum, dan aroma yang menyegarkan dari alam-Mu ini Ya Tuhan. 
Tuhan, apakah ini ulah kami, ulah para manusia? Apakah kami yang membuat Kau murka? Iyakah Tuhan? Jawablah, aku akan selalu menunggu jawabanmu.
Oh iya, Tuhan tahu tidak, kemarin, tepatnya hari selasa, 8 November 2011, perumahan di rumahku hampir setengahnya tenggelam oleh air mata langit. Lalu esok harinya matahari muncul dengan senyumnya yang menawan, matahari-Mu menyelamatkan kami. 


Dari yang barusan aku menyimpulkan seperti ini Tuhan, Kau marah pada umatmu, Kau murka, dan Kau menguji umatmu dengan sedemikian rupa. Kau turunkan hujan yang sangat lebat, banjir tercetak jelas dimana- mana. Tapi Kau masih memberikan kesempatan sekali lagi untuk umatmu. Ya, datangnya matahari. 
Kau sungguh baik dan mulia Tuhan, aku suka langit, dan aku juga menyayangi-Mu. Aku mohon, berilah kami kesempatan untuk membenah diri. Tuhan jangan marahi langit lagi ya? Aku akan menjaga langit, aku akan mengumpulkan amal baik agar Kau tidak memarahi langit lagi. Tapi apa dengan aku saja akan cukup bagi-Mu Tuhan? Ya Tuhan, tolong pinjamkanlah aku sedikit saja kekuatan-Mu untuk mengajak umat lain mengumpulkan amal baik juga. Agar Kau tak marah dan langit tidak menangis lagi.


Oh iya Tuhan, aku sempat memotret sedikit keajaiban yang Kau berikan pada alam ini, dan potretku ini aku persembahkan pada-Mu. Aku mohon, jadikanlah langit cerah dan kembangkanlah senyum matahari yang Kau buat untuk kami ini Ya Tuhan. Aku sayang sekali pada Mu dan semua ciptaanmu, tanpa terkecuali. Terimakasih untuk hidup, penglihatan, dan semua yang telah Kau berikan pada hambamu yang nakal ini. Sekali lagi aku ucapkan, Aku menyayangimu Tuhan.


Aku ingin langit yang seperti di potretanku ini Tuhan :)

1 komentar:

 

Don't scroll down pls Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review